Penurunan Kualitas Sinyal Optik pada Jaringan FTTH
Penurunan Kualitas Sinyal Optik pada Jaringan FTTH adalah kondisi berkurangnya daya dan mutu sinyal cahaya yang dikirim melalui serat optik dari OLT (sentral) ke ONU/ONT (pelanggan) sehingga sinyal yang diterima tidak lagi berada pada nilai normal atau mendekati batas minimum perangkat. Secara teknis, kondisi ini ditandai dengan meningkatnya redaman (attenuation) yang menyebabkan power optik (dBm) menurun, sehingga kinerja layanan FTTH menjadi tidak optimal.
A. LATAR BELAKANG
Penurunan kualitas sinyal optik sering menjadi penyebab gangguan layanan seperti koneksi tidak stabil, kecepatan menurun, hingga terputusnya layanan secara total. Gangguan ini tidak hanya berdampak pada kepuasan pelanggan, tetapi juga meningkatkan beban pekerjaan teknisi dan biaya operasional penyedia layanan. Oleh karena itu, materi mengenai penurunan kualitas sinyal optik perlu dipahami secara mendalam agar proses monitoring, analisis, dan penanganan gangguan pada jaringan FTTH dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sistematis.
B. PEMBAHASAN
Penurunan kualitas sinyal optik adalah kondisi berkurangnya daya sinyal cahaya yang merambat di dalam serat optik sehingga berada di bawah nilai normal atau mendekati batas minimum perangkat jaringan. Penurunan ini diukur dalam satuan desibel miliwatt (dBm) dan dikenal sebagai redaman (attenuation).
Parameter Kualitas Sinyal Optik Beberapa parameter utama yang digunakan untuk menilai kualitas sinyal optik pada jaringan FTTH antara lain:
- Power Optik (dBm)Menunjukkan kekuatan sinyal yang diterima ONU/ONT.Rentang normal FTTH umumnya berada di -8 dBm hingga -28 dBm
- Redaman (Attenuation)Penurunan daya sinyal akibat jarak, sambungan, dan kualitas media fiber.
- Margin OptikSelisih antara daya terima dengan batas minimum sensitivitas perangkat.Margin kecil menandakan jaringan rentan terhadap gangguan.
- Bending LossMacro bending: lengkungan tajam pada kabel fiberMicro bending: tekanan kecil yang terjadi terus-menerus
- Kualitas Sambungan (Splice) BurukPenyambungan core fiber tidak sejajarNilai splice loss melebihi standar
- Konektor dan Patchcord BermasalahKonektor kotor atau tergoresPatchcord aus atau rusak
- Pengaruh LingkunganSuhu ekstremGetaran atau tekanan mekanis
- Lampu LOS pada ONU menyala
- Lampu PON berkedip tidak normal
- Nilai power optik fluktuatif
- Layanan internet lambat atau sering terputus
- Optical Power Meter (OPM)Digunakan untuk mengukur daya terima optik secara langsung.
- OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)Digunakan untuk mendeteksi lokasi redaman, splice loss, dan titik putus fiber.
- Visual Fault Locator (VFL)Membantu mendeteksi bending dan gangguan fisik jarak dekat.
- Pembersihan konektor dan adaptor
- Perbaikan atau penggantian patchcord
- Re-splicing pada sambungan bermasalah
- Penataan ulang jalur kabel untuk menghindari bending
KESIMPULAN
Penurunan kualitas sinyal optik merupakan salah satu penyebab utama gangguan pada jaringan FTTH. Gangguan ini dapat terjadi akibat faktor teknis seperti bending kabel, sambungan yang tidak sempurna, konektor kotor, serta margin optik yang rendah. Dengan memahami parameter kualitas sinyal, indikator gangguan, serta metode pengukuran dan perbaikan, teknisi dan pengelola jaringan dapat melakukan pencegahan dan penanganan gangguan secara lebih efektif, sehingga kualitas layanan FTTH tetap terjaga dan kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan.
0 Comments