<Dwiki Prasetyo - Perwira Learning Center/>

  • Home
  • About
  • Portfolio
  • Contact

Studi Kasus Dan Penyelesaian Indikator Gangguan Pada Jaringan FTTH - Perwira Learning Center

Published on Januari 28, 2026

STUDI KASUS DAN PENYELESAIAN INDIKATOR GANGGUAN PADA JARINGAN FTTH

FTTH adalah teknologi akses jaringan berbasis serat optik yang menghubungkan perangkat pelanggan (ONT/ONU) langsung ke sentral (OLT). Kualitas layanan FTTH sangat bergantung pada kondisi fisik fiber, perangkat aktif, dan nilai optik (optical power). Gangguan pada FTTH biasanya terdeteksi melalui indikator teknis dan keluhan pelanggan dan beberapa indikator yang sering digunakan teknisi yaitu lampu indikator ONT (LOS, PON, Internet), Status link di OLT dan Alarm jaringan (NMS/EMS).

A. LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini mengalami peningkatan yang sangat pesat, terutama pada layanan akses berbasis serat optik Fiber To The Home (FTTH). Dalam implementasinya, jaringan FTTH tidak terlepas dari berbagai permasalahan atau gangguan yang dapat memengaruhi kualitas layanan, seperti terputusnya koneksi internet, penurunan kecepatan akses, hingga gangguan massal yang berdampak pada banyak pelanggan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat fisik, seperti putusnya kabel serat optik dan redaman berlebih, maupun yang bersifat konfigurasi, seperti kesalahan registrasi ONT atau pengaturan pada perangkat OLT. Untuk menangani gangguan secara cepat dan tepat, diperlukan kemampuan teknisi dalam memahami indikator-indikator gangguan pada jaringan FTTH, seperti status lampu indikator ONT, nilai optical power, alarm pada sistem monitoring, serta kondisi perangkat jaringan lainnya. Tanpa pemahaman yang baik terhadap indikator tersebut, proses troubleshooting dapat menjadi tidak efektif dan berpotensi memperpanjang waktu gangguan layanan.

B. PEMBAHASAN

Contoh Studi Kasus Gangguan FTTH

Studi Kasus 1: Internet Pelanggan Putus Total
Indikator:
  1. Lampu LOS ON (merah)
  2. Lampu PON OFF
  3. Optical power ONT: -40 dBm

Analisis:
  1. Nilai -40 dBm menunjukkan loss sangat tinggi
  2. Kemungkinan : Fiber putus, Konektor lepas di ODP/OTP danPatch cord rusak

Tindakan:
  1. Cek fisik jalur dari ONT → ODP
  2. Bersihkan konektor (cleaning fiber)
  3. Lakukan penyambungan ulang (splicing) bila perlu

Studi Kasus 2: Internet Lambat & Tidak Stabil
Indikator:
  1. Lampu ONT normal (PON hijau)
  2. Optical power: -28 dBm (mendekati batas)
  3. Ping tinggi & packet loss

Analisis:
  1. Redaman mendekati ambang minimum
  2. Penyebab umum biasanya : Konektor kotor, Tekukan tajam pada kabel dropcore, dan Sambungan fusion splice kurang baik

Tindakan:
  1. Inspeksi jalur dropcore
  2. Rapikan kabel (hindari bending)
  3. Ukur ulang dengan OPM/OTDR

Studi Kasus 3: ONT Tidak Registrasi ke OLT
Indikator:
  1. Lampu PON berkedip
  2. Status ONT di OLT: Unregistered
  3. Optical power normal (-18 dBm)

Analisis:
  1. Bukan gangguan fisik fiber
  2. Kemungkinan : SN ONT belum di-bind, Salah port ODP dan Salah konfigurasi VLAN/service

Tindakan:
  1. Cek binding SN ONT di OLT
  2. Pastikan port ODP sesuai
  3. Verifikasi konfigurasi service

Studi Kasus 4: Gangguan Massal (Banyak Pelanggan Down)
Indikator:
  1. Banyak ONT LOS merah
  2. Alarm OLT port down
  3. Pelanggan satu jalur feeder terdampak

Analisis:
Biasanya gangguan terjadi pada Kabel feeder, Closure dan ODC

Tindakan:
  1. Lacak gangguan dengan OTDR
  2. Perbaiki titik putus
  3. Koordinasi penanganan gangguan massal


Tabel Ringkas Indikator & Penyebab

Indikator        Kemungkinan Gangguan
    LOS merah            Fiber putus / loss tinggi
    Optical power < -30 dBm            Redaman berlebih
    PON blinking            Registrasi ONT gagal
    Internet lambat            Kualitas sinyal buruk
    Gangguan massal            Feeder/ODC bermasalah

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan mengenai studi kasus indikator gangguan pada jaringan FTTH, dapat disimpulkan bahwa pemahaman terhadap indikator-indikator gangguan merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kualitas dan keandalan layanan jaringan. Indikator seperti status lampu pada ONT, nilai optical power, kondisi link di OLT, serta alarm pada sistem monitoring jaringan menjadi acuan utama dalam proses identifikasi dan analisis gangguan. Melalui studi kasus yang telah dibahas, diketahui bahwa gangguan pada jaringan FTTH dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat fisik seperti putusnya kabel serat optik, redaman berlebih, dan konektor kotor, maupun yang bersifat non-fisik seperti kesalahan konfigurasi dan proses registrasi perangkat. Setiap jenis gangguan menunjukkan indikator yang berbeda sehingga memerlukan metode penanganan yang sesuai dan sistematis. Dengan adanya materi studi kasus ini, diharapkan teknisi maupun pihak terkait dapat lebih mudah dalam melakukan proses troubleshooting secara cepat dan tepat, sehingga waktu gangguan layanan dapat diminimalkan. Selain itu, pemahaman yang baik terhadap indikator gangguan juga dapat membantu dalam upaya pencegahan gangguan di masa mendatang, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan jaringan FTTH.

C. DAFTAR PUSTAKA

Sumber Data : ( https://google.com )
                        ( https://chatgpt.com )
Sumber Foto : ( https://commmesh.com/id/what-is-ftth/ )

0 Comments

Trending

CONTOH PENERAPAN SUBNEETTING

Januari 20, 2026

SUBNETTING - Perwira Learning Center

Januari 20, 2026

FAKTOR FAKTOR GANGGUAN PADA JARINGAN FTTH - Perwira Learning Center

Januari 26, 2026

DAY 1 PKL DI PERWIRA LEARNING CENTER

Januari 19, 2026

Indikator Gangguan Berdasarkan Perubahan Lingkungan - Perwira Learning Center

Januari 27, 2026

Dwiki Prasetyo

Wadah belajar seputar Teknologi Jaringan, Linux, dan Pemrograman Web bersama Dwiki Prasetyo. Terus belajar dan berkembang.

Navigasi

  • Home
  • About
  • Contact

Contact

  • Instagram
  • TikTok
  • Email
© Dwiki Prasetyo. All rights reserved.