STUDI KASUS DAN PENYELESAIAN INDIKATOR GANGGUAN PADA JARINGAN FTTH
FTTH adalah teknologi akses jaringan berbasis serat optik yang menghubungkan perangkat pelanggan (ONT/ONU) langsung ke sentral (OLT). Kualitas layanan FTTH sangat bergantung pada kondisi fisik fiber, perangkat aktif, dan nilai optik (optical power). Gangguan pada FTTH biasanya terdeteksi melalui indikator teknis dan keluhan pelanggan dan beberapa indikator yang sering digunakan teknisi yaitu lampu indikator ONT (LOS, PON, Internet), Status link di OLT dan Alarm jaringan (NMS/EMS).
Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini mengalami peningkatan yang sangat pesat, terutama pada layanan akses berbasis serat optik Fiber To The Home (FTTH). Dalam implementasinya, jaringan FTTH tidak terlepas dari berbagai permasalahan atau gangguan yang dapat memengaruhi kualitas layanan, seperti terputusnya koneksi internet, penurunan kecepatan akses, hingga gangguan massal yang berdampak pada banyak pelanggan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat fisik, seperti putusnya kabel serat optik dan redaman berlebih, maupun yang bersifat konfigurasi, seperti kesalahan registrasi ONT atau pengaturan pada perangkat OLT. Untuk menangani gangguan secara cepat dan tepat, diperlukan kemampuan teknisi dalam memahami indikator-indikator gangguan pada jaringan FTTH, seperti status lampu indikator ONT, nilai optical power, alarm pada sistem monitoring, serta kondisi perangkat jaringan lainnya. Tanpa pemahaman yang baik terhadap indikator tersebut, proses troubleshooting dapat menjadi tidak efektif dan berpotensi memperpanjang waktu gangguan layanan.
B. PEMBAHASAN
Contoh Studi Kasus Gangguan FTTH
Studi Kasus 1: Internet Pelanggan Putus Total
Indikator:
- Lampu LOS ON (merah)
- Lampu PON OFF
- Optical power ONT: -40 dBm
Analisis:
- Nilai -40 dBm menunjukkan loss sangat tinggi
- Kemungkinan : Fiber putus, Konektor lepas di ODP/OTP danPatch cord rusak
Tindakan:
- Cek fisik jalur dari ONT → ODP
- Bersihkan konektor (cleaning fiber)
- Lakukan penyambungan ulang (splicing) bila perlu
Studi Kasus 2: Internet Lambat & Tidak Stabil
Indikator:
- Lampu ONT normal (PON hijau)
- Optical power: -28 dBm (mendekati batas)
- Ping tinggi & packet loss
Analisis:
- Redaman mendekati ambang minimum
- Penyebab umum biasanya : Konektor kotor, Tekukan tajam pada kabel dropcore, dan Sambungan fusion splice kurang baik
Tindakan:
- Inspeksi jalur dropcore
- Rapikan kabel (hindari bending)
- Ukur ulang dengan OPM/OTDR
Studi Kasus 3: ONT Tidak Registrasi ke OLT
Indikator:
- Lampu PON berkedip
- Status ONT di OLT: Unregistered
- Optical power normal (-18 dBm)
Analisis:
- Bukan gangguan fisik fiber
- Kemungkinan : SN ONT belum di-bind, Salah port ODP dan Salah konfigurasi VLAN/service
Tindakan:
- Cek binding SN ONT di OLT
- Pastikan port ODP sesuai
- Verifikasi konfigurasi service
Studi Kasus 4: Gangguan Massal (Banyak Pelanggan Down)
Indikator:
- Banyak ONT LOS merah
- Alarm OLT port down
- Pelanggan satu jalur feeder terdampak
Analisis:
Biasanya gangguan terjadi pada Kabel feeder, Closure dan ODC
Tindakan:
- Lacak gangguan dengan OTDR
- Perbaiki titik putus
- Koordinasi penanganan gangguan massal
Tabel Ringkas Indikator & Penyebab
| Indikator | Kemungkinan Gangguan |
|---|---|
| LOS merah | Fiber putus / loss tinggi |
| Optical power < -30 dBm | Redaman berlebih |
| PON blinking | Registrasi ONT gagal |
| Internet lambat | Kualitas sinyal buruk |
| Gangguan massal | Feeder/ODC bermasalah |
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan mengenai studi kasus indikator gangguan pada jaringan FTTH, dapat disimpulkan bahwa pemahaman terhadap indikator-indikator gangguan merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kualitas dan keandalan layanan jaringan. Indikator seperti status lampu pada ONT, nilai optical power, kondisi link di OLT, serta alarm pada sistem monitoring jaringan menjadi acuan utama dalam proses identifikasi dan analisis gangguan. Melalui studi kasus yang telah dibahas, diketahui bahwa gangguan pada jaringan FTTH dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat fisik seperti putusnya kabel serat optik, redaman berlebih, dan konektor kotor, maupun yang bersifat non-fisik seperti kesalahan konfigurasi dan proses registrasi perangkat. Setiap jenis gangguan menunjukkan indikator yang berbeda sehingga memerlukan metode penanganan yang sesuai dan sistematis. Dengan adanya materi studi kasus ini, diharapkan teknisi maupun pihak terkait dapat lebih mudah dalam melakukan proses troubleshooting secara cepat dan tepat, sehingga waktu gangguan layanan dapat diminimalkan. Selain itu, pemahaman yang baik terhadap indikator gangguan juga dapat membantu dalam upaya pencegahan gangguan di masa mendatang, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan jaringan FTTH.
C. DAFTAR PUSTAKA
Sumber Data : ( https://google.com )
( https://chatgpt.com )
Sumber Foto : ( https://commmesh.com/id/what-is-ftth/ )
0 Comments